Sunday, January 20, 2013

Kisah Seekor Naga

         Setelah empat puluh lima hari lamanya,Aku tumbuh di dalam tempat yang gelap itu,memang dari tempat yang gelap itu semua kehidupan berawal.Aku berusaha memecahkan cangkang telur yang rapuh ini dengan gigi dan cakarku setelah berusaha akhirnya aku berhasil.Aku melihat dunia untuk pertama kalinya setelah lahir aku langsung meregangkan otot-ototku dan mengembangkan sayapku yang masih kecil.
        Sejak lahir aku sudah diadopsi oleh manusia.Dijadikan hewan peliharaan namun bukan hewan peliharaan lebih tepatnya menurutku dia lebih tepat disebut seorang teman daripada seorang pemilik hewan peliharaan,teman sehidup semati.kami tumbuh besar besar,bermain dan berlatih bersama.kami adalah pasangan yang hebat dan luar biasa.Cuma aku satu-satunya naga yang dapat akrab dengan manusia mungkin karena aku di rawat sejak kecil jadi aku bisa jinak dengan manusia.Naga adalah hewan liar yang ganas,predator bahkan bisa jadi musuh yang berbahaya bagi manusia maka dari itu naga sulit dijinakan.Terkadang aku merindukan ibuku,ketika aku melihat naga-naga muda lainnya terbang bersama ibuku tapi setidaknya aku mempunyai Adi dialah yang menjadi temanku selama ini jadi aku tak pernah merasa kesepian.Adi memberitahuku bahwa ia menemukan telurku sendirian di dalam sarang seekor naga di gua ia melihat ibuku mati di serang naga lain jadi dia mengambil saja telurku dan mengadopsiku.Seorang calon ksatria yang pemberani,Adi memberiku nama Terra.
        Kami berdua sudah tumbuh besar sekarang.Adi sudah mewujudkan cita-citanya menjadi seorang ksatria pemberani yang loyal pada seorang raja di kerajaannya dan aku sudah menjadi naga yang sangat besar dan sekarang aku bisa menyemburkan api dari mulutku.Adi banyak diandalkan dalam setiap peperangan,karena Adi satu-satunya ksatria yang mempunyai seekor naga.Musuh kami adalah seorang penyihir bernama Barli,seorang penyihir sakti mandra guna.Dia selalu berusaha merebut kerajaan kami.Barli juga sering mengadakan peperangan tapi selalu berhasil di pukul mundur karena ada aku.
        Suatu hari Barli si penyhir menyerang seperti biasa,aku dan Adi selalu hadir namun kali ini aku dan Adi tak bisa mengatasi serangan kali ini,banyak pasukan kami yang terbunuh termasuk Adi.Aku gagal melindunginya mereka terlalu kuat.Adi tewas terbunuh dalam peperangan kali ini dan aku di tangkap oleh mereka.pasukan Barli tidak menyerang kerajaan sepertinya mereka cuma menginginkanku.Aku sangat menyesal pada hari itu,aku bahkan tidak bisa memaafkan diriku karena tak bisa melindungi Adi.
         Di kastil penyhiri Barli,aku disihirnya.Tiba-tiba tubuhku terasa meleleh dan panas sekali aku mengerang  kesakitan namun aku tidak mati ternyata hanya kulit dan dagingku yang meleleh.kini aku tersisa tulang belulang yang hidup,aku bisa rasakan kekuatan yang luar biasa dalam diriku.tapi aku tak dapat kendalikan diriku lagi.Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu,bukan lagi seekor naga yang baik pada manusia tapi naga yang yang jahat.dalam kendali sihir Barli yang membuatku bekerja padanya.Ternyata Barli ingin menggunakanku sebagai senjata untuk menaklukan kerajaan tempat Adi.
         Penyhir Barli mengadakan penyerangan lagi,Aku tak dapat kendalikan diriku,kini mulutku tak dapat mengeluarkan api lagi namun petir.Aku terpaksa menyakiti orang-orang baik itu dibawah pengaruh sihir Barli.Tapi hati kecilku ingin berontak,ingin rasanya ku lepas dari sihir barli,entah dari mana kekuatan yang mampu mengalahkan pengaruh sihir Barli ini.Aku berbalik arah dan langsung menyemburnya dengan listrik yang keluar dari mulut tengkorakku,karena kaget dan tak sempat melindungi diri penyihir Barli yang sakti tewas seketika namun seiring tewasnya Barli aku pun juga ikut tewas karena yang menyihir aku adalah Barli jika Barli mati aku pun juga ikut mati.aku rasakan satu persatu tulangku ini jatuh satu persatu ke atas tanah pandanganku mulai perlahan lahan kabur,cahaya hijau yang keluar dari mataku juga mati.melihat pemimpinya tewas terbunuh pasukan Barli segera mundur dan kembali pulang.                                                          Prajurit dari kerajaan tempat Adi bersorak atas kemenangannya,meneriakan namaku sambil mengangkat senjata mereka sekaligus bersedih atas kematiannya naga besar yang baik hati yang sudah membantu kerajaan selama ini.Untuk mengenang jasaku para pasukan dari kerajaan tempat Adi.menguburku bersebelahan dengan makam Adi.Lebih baik korbankan satu untuk menyelamatkan banyak orang.aku yakin sekali bahwa Adi senang aku bisa membalaskan dendamnya dan Adi pasti bangga atas apa yang telah aku lakukan.Kini aku bisa bersama Adi lagi bersama-sama selamanya di kehidupan yang lain.Hidup dan mati bersama.Sahabat sejati sehidup semati.

No comments:

Post a Comment